RISIKO PERUSAHAAN
ASURANSI
Nofi Irmawati
4EA03
14217528
Perusahaan asuransi yaitu
sebagaimana seluruh kegiatan usahanya yang dijalankan berdasarkan prinsip
syariah maka tidak termasuk dalam perusahaan asuransi.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) kategori risiko yang perlu
dikelola oleh perusahaan perasuransian meliput:
1.
Risiko bawaan merupakan seluruh risiko
yang melekat dalam setiap jenis kegiatan perusahaan.
2.
Manajemen dan pengendalian merupakan
hal-hal yang dapat
dilakukan oleh direksi dan dewan komisaris atau yang setara untuk meminimalkan
tingkat risiko bawaan.
3.
Dukungan dana (permodalan) merupakan pendanaan atau permodalan yang
tersedia yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya
dan mempertahankan usahanya.
Jenis risiko yang terdapat pada
perusahaan perasuransian:
1.
Risiko Kepengurusan
·
Penunjuk dan Pemberhentian
·
Komposisi dan Proporsi
·
Kompetensi dan Integritas
·
Kepemimpinan
2.
Risiko Tata Kelola
·
Pedoman Tata Kelola
·
Keterbukaan (Transparansi)
·
Akuntabilitas
·
Responsibilitas
·
Independensi
·
Kewajaran dan Kesetaraan
·
Manajemen Risiko
3.
Risiko Strategi
·
Kesesuaian dengan kondisi lingkungan
·
Posisi Strategis perusahaan
4.
Risiko Operasional
·
Kompleksitas Perusahaan
·
Sistem dan Teknologi Informasi
·
Kecurangan dan Permasalahan Hukum
·
Gangguan terhadap bisnis perusahaan
5.
Risiko Aset dan Liabilitas
·
Pengelolaan Aset (A)
·
Pengelolaan Liabilitas (L)
·
Ketidaksesuaian antara A dan L
6.
Risiko Asuransi (Jiwa)
·
Dominasi Risiko Asuransi
·
Bauran Risiko Produk dan Jenis Manfaat
·
Struktur Reasuransi
7.
Risiko Dukungan Dana
·
Kemampuan Pendanaan (Permodalan)
·
Tambahan Pendalaan (Permodalan)
8.
Risiko Asuransi (Umum/Reasuransi)
·
Sifat Bisnis Asuransi
·
Komposisi & Diversifikasi Portofolio
Bisnis
·
Struktur Reasuransi
Menurut Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) prinsip penilaian risiko:
· Berbasis
risiko, penilaian tingkat risiko dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai
faktor yang dapat mempengaruhi probabilitas kegagalan perusahaan untuk mencapai
tujuannya.
· Materialitas, perusahaan
perlu memperhatikan materialitas dan signifikansi risiko bawaan dan manajemen
pengendalian dari setiap jenis risiko yang ada. Penentuan materialitas dan
signifikansi tersebut didasarkan pada data dan informasi yang memadai mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko perusahaan.
· Komprehensif, proses penilaian tingkat risiko
dilakukan terhadap seluruh area risiko perusahaan melalui analisis yang
terstruktur dan terintegrasi.



